
Kinerja detektor inframerah secara mendasar dibatasi oleh derau termal pada suhu yang tinggi.
Dengan menurunkan dan menstabilkan suhu operasi detektor, pendinginan TEC menghasilkan:
1. Arus gelap dan lantai derau yang berkurang.
2. Peningkatan NETD dan kontras gambar.
3. Rasio sinyal terhadap derau (SNR) yang lebih tinggi.
4. Perilaku detektor yang lebih stabil dan dapat diulang seiring waktu.

1. Desain solid-state tanpa komponen bergerak → keandalan jangka panjang
2. Pengoperasian tanpa getaran → tidak berdampak pada stabilitas pencitraan
3. Pengendalian suhu presisi (±0,1 K khas) → kinerja detektor yang konsisten
4. Desain kompak dan tidak bergantung orientasi → integrasi sistem yang mudah
5. Respons termal cepat → stabilisasi cepat setelah dinyalakan

1. Sistem pencitraan inframerah jarak jauh dan sistem pengawasan.
2. Instrumen ilmiah dan analitis.
3. Sistem pencitraan termal medis dan ilmu kehidupan.
4. Sistem inspeksi dan pemantauan industri.

Model-model berikut mewakili model-model TEC bertingkat ganda yang umum digunakan dalam aplikasi detektor inframerah. Model-model ini disediakan hanya untuk tujuan referensi dan perbandingan, bukan sebagai daftar produk lengkap.
| Model TEC | Imax(A) | dTmaks (°C) | Qcmaks (W) | Umax(V) | ACR(Ohm) | Atas (mm) | Bawah (mm) | Tinggi(mm) |
| 4ITEC-116- 040210 | 0.5 | 128 | 0.28 | 7.53 | 14.5 | 2,6×2,6 | 7,4×7,4 | 6.9 |
| Th=30℃ & Vakum m | ||||||||

| Model TEC | Imax(A) | dTmaks (°C) | Qcmaks (W) | Umax(V) | ACR(Ohm) | Atas (mm) | Bawah (mm) | Tinggi(mm) |
| 3iTEC-044- 040410 | 0.57 | 115 | 0.28 | 3.4 | 5.65 | 2,4×2,4 | 6,4×6,4 | 5.3 |
| Th=30℃ & Vakum | ||||||||

| Model TEC | Imax(A) | dTmaks (°C) | Qcmaks (W) | Umax(V) | ACR(Ohm) | Atas (mm) | Bawah (mm) | Tinggi(mm) |
| 3iTEC-071- 040210 | 0.55 | 115 | 0.4 | 5.8 | 9.05 | 2,6×2,6 | 6,2×6,2 | 5.3 |
| Th=30℃ & Vakum | ||||||||
